Showing posts with label * Puisi Keagamaan. Show all posts
Showing posts with label * Puisi Keagamaan. Show all posts

Thursday, 18 July 2013

RAMADHAN - Aku Rindu


Sekali ini
memandang ke langit
terlihat wajahmu
Ramadhan, aku rindu.

Jauh dan dekat
insan bersalaman.
Ya Silaturrahim.

Beginilah wajah kita
menuntun hati
memeluk wahi.
Kembali.

Dan kita kembali.
Kita kembali.
Kembali.


.
Angah Arie
Seremban  200712  23:15







Tuesday, 16 July 2013

Simfoni Ramadhan

Kau tunggu apa lagi
raikan simfoni ini
awalnya rahmah,
pertengahannya maghfirah
penghujungnya pembebasan
istimewanya satu "malam penetapan"
lebih baik dari seribu bulan

kau fikir apa lagi
akarnya "menyengat dan kekeringan"
"panas terik" dari kata harfiah
sebagaimana matahari membakar tanah
seumpama itu membakar dosa dan amarah.

Mari kita tebarkan serawan jala
pungutlah sepuas dan semahunya
dikala 8 pintu tertutup 8 pintu terbuka
keberkatan darjat bertingkat terbentang seluasnya.

Hari ini bersama Ramadhan
masih diberi kesempatan
bersyukurlah dan sandingkan
syahadah nafi dan isbat
sebagai tali pegangan
menempuh kehidupan.

Raikanlah
simfoni Ramadhan
sementara masih di perjalanan.

.
Nazri Yaakop (Angah Arie)
Diari Jingga, Seremban
02082011 13:50

Tuesday, 5 March 2013

Melangkah Ke Sana

Duhai saujana
 sungguh
dari para zikir-zikir maulana
bermacam warna meliputi sidratul muntaha
sangat indah bukan dari penjelasan mata - hati.
Di sana butir butir permata, debunya adalah kasturi
baik tanahnya, airnya tawar dan lembahnya subur
tanaman-tanamannya
adalah Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaaha illallah dan Allahu Akbar
jalinan ini terus meniti, maya maya dan jali.

Duhai lentera
lestari jiwa
dari remang-remang malam dan tangan usang yang bercerita
menadah basah atas musala bukan kiblat dunia
menangislah kersani pura, bersiduga melamar nurani - empati.
Di sini alir alir setia gugur, insani membina rumi
menyemai impi, membajai mimpi dan berkebun rasa
buah tangannya
adalah pohon-pohon kurma Subhanallahi wabihamdihi
wasilah ini memahami dan menghayati.

Duhai gemala
luhur-luhur yang singgah
perjalanan memikat cahaya
bukan mengejar siasah dunia
hanya
perjalanan melangkah ke Sana.          

Melangkah ke Sana.

~Angah Arie~
050313 21:00   

Sunday, 1 July 2012

Laguan Dari Menara

Laguan megah
meniti di gema
bersiduga melamar roh.

Laguan indah
melandai di bilah doa
memeluk landas hakiki.

Laguan dari menara
megah dan indah
bersalaman Theta
kembali ke haribaanNya.

.
Angah Arie
Diari Jingga, Seremban
01072012 06:10

Sunday, 10 June 2012

Estetik Malam Edan

Estetik malam edanku
huyung hayang diterjang amukan arus gelombang.

Serangkap puisi tak terungkap
persis rasian memupuk angan
remangremang malam
insani mabuk kepayang
masnawipun memeluk edan
zikir-zikir maulan.

Serumpun syair tak terungkap
persis kesmaran membiak rawan
remang remang siang
porah hidup di daun kecundang
rekah jiwa kelam, luka dalam
kau pahat nama
fi jahannam.

Estetik malam edanku
syahadahkan isbat dan nafi, akuku dilandai mabuk hakiki.

.
Angah Arie
@Delusani, Seremban
10062012 05:30

Friday, 4 May 2012

Daun Daun Berguguran

Mahligaimu telah lama dikunjungi sepi
sepi yang kau tinggalkan di hujung ranting
adakalanya sejuk dalam telanjang
adakala pula kering berdebu.

Mereka dalam kekosongan melihat daun-daun berguguran
berdiam diri dengan nilai rasa yang lompong
berhati-hatilah bila melangkah, pandanglah batu di jalan
daun-daun berguguran menutupi kelohongan di pinggiran.

Daun daun terus berguguran
jiwa-jiwa luhur kesayuan.

.
Angah Arie
@Hujung Pena, Seremban
04052012 16:00

Wednesday, 18 April 2012

Bertapak Di Jiwa Yang Luhur


Dalam kepayahan menungkik erti hidup
ada keliru yang semakin jauh
ada rindu yang semakin utuh
ada rasa yang semakin subur
berikanlah aku teduhan itu
bertapak di hati yang luhur

Perjalanan memikat cahaya, masih jauh.

.
Angah Arie
Diari Jingga Seremban
11042012 04:00

Tuesday, 13 March 2012

Bahtera Belayar

Bahteramu berlayar malam
di dalam selimut bermandi peluh
bahteramu berlayar siang
di bawah mentari bermandi peluh
bahteramu berlayar senja
di antara usia bermandi peluh
bahteramu berhenti berlayar
masihkah bermandi peluh?

Bahteramu berlayar di hujung hari
di hitung bekalan bermandi peluh
aduhai hati...
kembali keharibaan Ilahi

.
Angah Arie
Delusani, Seremban N9
13032012 04:00

Tuesday, 21 February 2012

Memeluk Kematian III


Remang malam nian hampir
senja telah tumbuh serata tubuh
aduhai suntinglah aku wahai Kekasih
kembali ke haribaanMu

Memeluk kematian
laksana memandang kain kapan
aduhai edan

.
Angah Arie
Diari Jingga, Seremban N9
21022012 19:00

Friday, 10 February 2012

Trisula Bisu: Menghadap Kiblat (II)

Langit kau renung tiada mewangi
hanya laut bahasa melimpah di bumi
membanjiri sanggar puisi.

"Penaka"
ku kunyah lumat erti kalimat istimewa
milik Loloq yang telah pergi
hidup kita biarlah dalam keindahan 'rumi'
maka 'rumi' kan menari di padang 'jawi'

dari pesanan orang orang lama
rapatkan saf kembali wahai sahabat
mengadap kiblat.

Mengadaplah kiblat.
Kita semua punya pendirian
kita bawa rasa kita, ego kita
setiap langkah, akal kita terbaring
mungkin pentingkan diri lupa sekeliling
tak pernah ingin kenal ertinya teima kasih
kerana itu kita rasa kita lebih
tak pernah ingin junjung rasa hormat
kerna itu kita rasa kita cukup hebat
kita lupa kita dalam satu bahtera
karam bahtera mungkin karam semua
mungkin kiblat hidup kita berbeda
kerana itu hati kita tak sama
mungkin itu lebih baik dari hilang segala
lalu, sekali ini aku melihat kebenarannya
melangkah itu lebih baik dari menadah penat
maka, rapatlah saf mengadap kiblat.

.
Angah Arie
Delusani, Seremban
10022012 15:00

Wednesday, 25 January 2012

Memeluk Kematian II

Senja telah tumbuh di serata tubuh
warna-warna siang, terbang lalu hilang
hanya ada remang-remang malam
duduk dalam diam mengadap kenang.

Memeluk kematian
laksana memandang kain kapan
bila wajah berpaling, dosa kembali kah berdenting ?

.
Angah Arie
Diari jinga, Seremban N9
25012012 06:30

Friday, 23 December 2011

Sujud Tahajud (Gaya Haiku)

Sujud Tahajud
alir setia tumpah
banjir dunia

Setia tumpah
banjir dunia kering
dosa berdenting

.
Angah Arie
Diari Haiku, Seremban
23122011 23:00

Wednesday, 26 October 2011

Simfoni Nurani

syahdunya rindu
syarahkan kasih
biar bersilih
antara pilih dan sisih
diratapi sehayat rintih
hitam dan putih

syahdanya sabar
syurahkan cinta
biar berhafiah
hiba melandai jiwa
digenangi alir setia
duka dan lara

simfoni nurani
insani mabuk hakiki

.
Angah Arie
Diari Jingga, Seremban N9DK
26102011 04:30

Saturday, 16 July 2011

Salatonine Cinta






Turunlah kau dari kayangan
menari-nari cahayamu bersama inderasari
tebarkan seluasnya aroma inderaloka
di hati sekalian muqarrabin
di wajah insan-insan majusi
mahupun di jiwa-jiwa berselimut nirrajim

bumi ini perlu salam theta
dari gema-gema kalimah teristimewa
bukannya dijamah lawwarah dan ammarah

hati nurani perlu nikmat cinta
dari ratibnya orang-orang pilihan
dari masnawi ciptaan Maulan

duhai salatonine cinta berwajah indah
turunlah di malam mengangkat darajat
nasib kiri dan kanan di langit bertingkat

duhai salatonine cinta berwajah rindu
turunlah di sisi saf taqarrub
putihkan sukma lama menunggu

Ya Robbana
akal, nyawa, saksiku berlegar dinyali
lindungilah aku dari halwa palsu
melimpah luahnya syahadatul zur
tuntunlah hati memeluk wahi
amat ingin mampu syahdakan zuhudku
bersama salatonine cinta-MU



Nazri Yaakop
Diari Jingga
Seremban Negeri Sembilan 
16072011  22:15
(ilham malam nisfu sya'ban)

Tuesday, 22 March 2011

Kalimah

Batu-batuan di pergunungan
kalimahNYA, bintang ke syurga
mata dalam hati
dongak ke langit
tunduk ke bumi
usah meninggi diri

Kerikil di pinggir lautan
kalimahNYA, yakin dan usaha
nafas dalam hayat
tarekat sudah terikat
fitrah sedari azali
usah lagi di kesali

Ranting ranting di tengah hutan
kalimahNYA, jeritan perasaan
akal dalam doa
qiamkan percaya pejamkan sangsi
setiap jiwa lahir untuk menghayati
kalimah-NYA teristimewa

.
Angah Arie
Diari Jingga, Seremban N9
22032011

Monday, 26 July 2010

Menanti Pergi

Besar salahkah diri
bila mana hati
kulukiskan di sudut mati
sedang ribut terus memperkosa
jiwaku sangka menyangka
antara ada dan tiada.
Menanti pergi

Benarlah sudahnya
begitu payah menyunting harap
pada harapan yang tertinggal
begitu teringin mengintai halal
bilamana sakit menghayat ingat.
Kalbu ini nan di haring kangen
mendengar hatif-an Mu semerdu nan mulus
dari gema Jannatul Firdaus.

Ya Rabbul Izzati
izinkan permohonan ini
ada masanya pilu mengguris hati
ada masa jua resah meneman lagi.

Ya Rabbi
suntinglah sepi beradab ku ini
kembali ke haribaan-MU.

...................
Angah Arie
Diari Jingga Seremban
4pagi 26/7/2010 -- -Nukilan1
2.58 pagi 15/3/2011 ---Nukilan2