Friday, 20 January 2012

Epilog Epigoni- Pantai Putih

Sekali ribut melanda
pasti laut berubah wajah
inikan pula pantai putih
biar hanya dicium buih

sekali ombak mengganas
pantai putih hilang nafas
sedu sedannya di wajahkan hujan
gerimis sebelum taufan

ribuan batu di dada pantai putih
setia bertapa lagak pendita
akhirnya kecundang, lalu hilang
dipukul Tsunami singgah tanpa jemu
tinggalkan sepinya pantai putih adalah kamu
yang kian membilang sifir-sifir rindu

Epilog epigoni
berbahasa pantai putih
mewarnai tiang lampu waktu siang
puisi yang telah hilang

.
Angah Arie
Delusani, Seremban
20012012 03:40

Epilog Epigoni

~
Sepinya pantai putih adalah kamu
nan membilang sifir-sifir rindu.

Epilog epigoni
berbahasa pantai putih
mewarnai malam dan siang
puisi yang telah hilang.

.
Seremban
20012012 03:40

Friday, 23 December 2011

Sujud Tahajud (Gaya Haiku)

Sujud Tahajud
alir setia tumpah
banjir dunia

Setia tumpah
banjir dunia kering
dosa berdenting

.
Angah Arie
Diari Haiku, Seremban
23122011 23:00

Monday, 19 December 2011

Pertimbangan

Apa gunanya sanjungan
setinggi langit diselimuti awan
hanya mengejar lamunan
sudahnya menghanyutkan

apa gunanya penghargaan
memeluk bintang indahnya hanya semalam
tanpa menjenguk siang
sudahnya melenakan

apa pun, kita masih di perjalanan
apa pun, kita masih di persimpangan
mendakap keindahan menilai pilihan
kadang cukup memilukan
terlepas pelukan jadi rinduan
selagi diberi kesempatan
menghargailah setiap pertimbangan

kanan tanggungjawap kiri pengorbanan
mampukah di satukan ?
atau selamanya karam di pertengahan

.
Angah Arie
Delusani, Seremban
19122011 22:00

Wednesday, 14 December 2011

Memeluk Keinsafan III

Memeluk keinsafan
laksana memandang kain kapan
bila wajah berpaling
dosa kembali berdenting

jejak dalam sedar
antara setia dan ingkar

.
Angah Arie
Delusani Seremban N9DK
14122011 22:30

Sebentar Tadi

Detik itu kembali lagi
kali ini lebih dalam dan perit
bertarung dengan kenyataan
tanpa nafas, menjulang sakit yang amat

detik dan rasa seperti ini
sudah kerap datang berulang-ulang
perasaanku pun sudah berlegar di nyali
moga dapat aku lebih menyayangi dan menghargai
sebelum kembali

sebentar tadi
sesayu rasa hati

.
Angah Arie
Delusani Seremban N9DK
14122011 13:00

Tuesday, 13 December 2011

Semakin Lama

Semakin lama
seorang 'binatang' menyusukan anak dalam pelukannya
seekor 'manusia' pula membuang anak merata-rata

semakin lama
manusia sayangkan "binatang"
binatang bencikan "manusia"

semakin lama
manusia bogel dan telanjang adabnya
binatang semakin berselimut akalnya.

semakin lama
'manusia' dan 'binatang' menjadi bahan timbang tara
"manusia" dan "binatang" pula sudah tiada beza

akhirnya
manusia dan binatang meninggalkan tanda tanya
salah siapa ?

.
Angah Arie
Delusani, Seremban N9DK
13122011 04:30