Wednesday, 25 January 2012

Memeluk Kematian II

Senja telah tumbuh di serata tubuh
warna-warna siang, terbang lalu hilang
hanya ada remang-remang malam
duduk dalam diam mengadap kenang.

Memeluk kematian
laksana memandang kain kapan
bila wajah berpaling, dosa kembali kah berdenting ?

.
Angah Arie
Diari jinga, Seremban N9
25012012 06:30

Tuesday, 24 January 2012

Tinggal Sarung

Semakin lama, semakin arah dilihat
memacu kudrat dan hajat
sejarah di belakang terpahat hanya nama
impian di hadapan bak banjir selepas hujan
kiri dan kanan bertingkah menjulang satu versi
akhirnya menjadi misi yang basi
lalu, ideologi pun terbang di seluas langit kata
menukar damai hati menjadi ambisi
yang ada hanya kosong tak terisi

perjalanan sejauh sekotak rokok
belum mampu menghitung beban akal
dosa dan pahala, khilaf dan benarnya
di celahan budaya

Tinggal sarung
bumi yang ku pijak semakin hilang warna

.
Angah Arie
Delusani, Seremban
24012012 05:40

Sunday, 22 January 2012

Dalam Botol VI

Sepi dalam riuh
hidupku dalam botol
indahnya saujana mata
hanya memegang kaca
terkadang hati luka

.
Angah Arie
Delusani, Seremban N9
22012012 06:40

Friday, 20 January 2012

Epilog Epigoni- Pantai Putih

Sekali ribut melanda
pasti laut berubah wajah
inikan pula pantai putih
biar hanya dicium buih

sekali ombak mengganas
pantai putih hilang nafas
sedu sedannya di wajahkan hujan
gerimis sebelum taufan

ribuan batu di dada pantai putih
setia bertapa lagak pendita
akhirnya kecundang, lalu hilang
dipukul Tsunami singgah tanpa jemu
tinggalkan sepinya pantai putih adalah kamu
yang kian membilang sifir-sifir rindu

Epilog epigoni
berbahasa pantai putih
mewarnai tiang lampu waktu siang
puisi yang telah hilang

.
Angah Arie
Delusani, Seremban
20012012 03:40

Epilog Epigoni

~
Sepinya pantai putih adalah kamu
nan membilang sifir-sifir rindu.

Epilog epigoni
berbahasa pantai putih
mewarnai malam dan siang
puisi yang telah hilang.

.
Seremban
20012012 03:40

Friday, 23 December 2011

Sujud Tahajud (Gaya Haiku)

Sujud Tahajud
alir setia tumpah
banjir dunia

Setia tumpah
banjir dunia kering
dosa berdenting

.
Angah Arie
Diari Haiku, Seremban
23122011 23:00

Monday, 19 December 2011

Pertimbangan

Apa gunanya sanjungan
setinggi langit diselimuti awan
hanya mengejar lamunan
sudahnya menghanyutkan

apa gunanya penghargaan
memeluk bintang indahnya hanya semalam
tanpa menjenguk siang
sudahnya melenakan

apa pun, kita masih di perjalanan
apa pun, kita masih di persimpangan
mendakap keindahan menilai pilihan
kadang cukup memilukan
terlepas pelukan jadi rinduan
selagi diberi kesempatan
menghargailah setiap pertimbangan

kanan tanggungjawap kiri pengorbanan
mampukah di satukan ?
atau selamanya karam di pertengahan

.
Angah Arie
Delusani, Seremban
19122011 22:00